Om Swastiastu,

My name is Gde Wibisana Singgih Wilasa, But some of friends called me Tualen or Malen. Born in Semarang, Central Java on 1979. Yes, I am old enough. I have family and also have kids with me. Live in Canggu, Nort Kuta. Bali. Wishes for all best in your life and my live always. And might God blessing all of us with fortune and talent.

Renovasi Banggar 20 Milyar

Denger berita ini kok ya rasanya penulis pengen ketawa terbahak-bahak ya? Jika angka 20 Milyar ini digunakan untuk membangun sebuah kompleks Villa di Bali, mungkin penulis ngga heran berhubung harga tanah yang tinggi dan tingkat ekslusifitas yang dibutuhkan untuk sebuah hunian villa di Bali. Yang aneh adalah, seorang teman punya villa di lingkungan kerobokan dan hanya menghabiskan 3 Milyar rupiah untuk membangun hunian super mewah lengkap dengan isinya yang tergolong Hi-Tech dan ekslusive.

Yang menjadi aneh kala ruang rapat yang hanya DIRENOVASI dengan ukuran yang seukuran ruang rapat di hotel di Bali, rupanya bisa menghabiskan dana anggaran hingga 20 milyar jumlahnya. Busyet dah. kalo saja ini dipakai bangun villa di bali saja bisa dapat lebih dari sepuluh villa yang maha luar biasa. Anehnya lagi statement Sekjen Banggar yang mengatasnamakan “Kebutuhan Teknologi Masa Kini” yang lebih menjadi aneh lagi. Teknologi yang seperti apa sih yang menyebabkan nilainya sedemikian fantastis.

Aku sih hanya berpikir, bukankah anggota dewan ini pada dasarnya sudah canggih-canggih semua. Lihat saja berbagai gadget yang mereka tenteng dan bawa setiap mereka ngantor. Bukankah mereka telah memiliki sedemikian banyak gadget canggih dengan berbagai merek ternama dari yang berjudul mobile sampai dengan yang berlogo “buah apel” bahkan hingga edisi khusus atau edisi terupdate. Yang  bahkan mungkin beberapa malah belum ada di pasaran dalam negeri. Emangnya ngga bisa tuh, device dan gadget mereka yang punya pribadi ini sekali waktu dipinjam untuk melaksanakan tugas kerakyatan mereka? Toh juga ngga akan rusak khan kalo mereka pakai sesekali buat presentasikan apa yang mereka aspirasikan. Toh pada dasarnya mereka bekerja buat rakyat toh?

Apa memang bener kali ya, bahwa gedung DPR MPR RI yang maha megah itu saat ini mungkin kondisinya sudah sangat parah, sehingga renovasinya saja bisa makan korban biaya yang sedemikian buesarnya ya? Ada yang toiletnya aja 2 Milyar coba? sekarang ruang sidangnya 20 Milyar. Jangan-jangan nanti areal parkirnya bisa makan biaya renovasi 2 Triliyun nih.

Sejenak teringat liputan di salah satu media televisi tentang Perusahaan Mobil ternama dan super mewah Roll Royce (maaf kalo salah nulis, maklum liat aja ngga pernah) yang di salah satu statement mereka menyatakan bahwa Asia tenggara termasuk Indonesia merupakan pangsa pasar utama mereka. Inilah contohnya, bangsa ini masih suka dengan segala sesuatu yang sangat wah…. mewah…. luar biasa walaupun pada akhirnya mereka juga belum tentu bisa menggunakannya secara maksimal. Aku berani bertaruh bahwa tidak semua anggota dewan bisa menggunakan teknologi yang ada buat mendukung kinerja mereka.

Mungkin sebaiknya setiap project yang ingin dibuat atau direnovasikan sama para wakil rakyat ini harus disosialisasikan dengan masyarakat dulu kali ya? Atau mungkin bangsa ini harus kembali memikirkan atau membentuk sebuah badan kerakyatan yang  bener2 mewakili rakyatnya, dipilih secara acak atau entah bagaimana sistematisnya pokoknya supaya ada pengawasan langsung dari masyarakat. Atau setidaknya di website mereka (DPRRI red) kudu atau wajib menyertakan informasi berbagai renovasi yang mereka lakukan dan bagaimana anggaran biayanya yang akan dipergunakan. Hayo…. Para pecinta bangsa ini, turut dibantu dong supaya bangsa ini bisa sehat.

Oh ya, masih ingat sila ke 4 – Pancasila kita “Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmad Kebijaksanaan, dalam Permusyawaratan Perwakilan” yang kita kumandangkan di setiap Upacara Bendera dulu? Sepertinya saat ini sudah melenceng di benak saya. Tidak lagi ada hikmadnya sebuah kebijaksanaan disini, apalagi perwakilannya karena seolah mereka tak lagi mewakili rakyatnya yang punya mandat. Yang ada di benak ini hanya kalimat seperti ini “Kerakyatan yang dipimpin oleh Kekuasaan, dalam Kebingungan Rakyat” Gimana ngga bingung coba kalo lihat acara TV yang isinya seperti ini. Mau dibawa kemana negara ini? Apa kata dunia. Gara-gara sandal aja negeri ini sampai beritanya dimuat di New York Times. Apa kata dunia????

Mohon maaf atas bahasa saya yang agak kurangajar, maklum tidak paham dengan tata aturan di negeri yang  bingung juga aku sama aturan mainnya kaya apa nih. Jika ada yang tersinggung, silahkan kontak saja langsung saya ngga usah sungkan ke mrmalen@yahoo.com. Mohon dicatat saya cumen berniat mengungkapkan apa yang jadi pikiran saya belaka. Dan bagi yang lagi ngerjain proyeknya, Maaf bro… ini suara hati gue doang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Go back to top