Pelajaran Demokrasi Bangsa
Mungkin anda juga mendengar dan mencermati apa yang sedang terjadi pada negeri ini. Sebuah Polemik Korupsi oleh para Politisi yang semakin memporak porandakan keyakinan rakyat, utamanya keyakinanku pada pemerintahan ini. Seolah jika hanya melihat secara kasat mata, Demokrasi negeri ini seolah mengajarkan kepada rakyat bagaimana kita melakukan kejahatan kemudian melupakan atau mengingkari tanggungjawab moral baik kepada rakyat dengan berbohong yang sesuai dengan aturan hukum.
Mengenai fee dan komisi, kalo saya pribadi sebagai pengusaha dan marketer yang lama di dunia ini, prosesi upeti ini adalah hal yang biasa. Hanya mungkin yang karena jumlah dan penyelewengan posisinya yang menyebabkan hal ini menjadi besar. Ini adalah “joked analysist” yang timbul begitu saja di kepalaku saat ini.
Peran Politisi Korup.
Disini aku melihat bahwa politisi korup tersebut timbul dikarenakan pola penciptaan atau terlahirkan dari sebuah demokrasi yang teramat sangat mahal, dengan berbagai pencitraan yang serba instant. Selain ini juga akibat dari tidak besarnya rasa mencintai rakyatnya atau keinginan untuk bagaimana menyejahterakan rakyat yang memilihnya.
Mungkin perlu ada sebuah lembaga bikinan masyarakat yang entah bagaimana caranya dibentuk, dipilih dan dikelola oleh rakyat. Bisa jadi dipilih secara random dari masyarakat indonesia secara bergantian yang nantinya diminta untuk mencermati kondisi dan situasi pemerintahan dan politisi negeri ini. Dengan demikian bisa mewakili suara rakyat secara umum. Bisa dibilang sebagai Perwakilan rakyat, namun memiliki suara di gedung rakyat.
Jujur, teramat sedih melihat realita seperti saat ini. Seolah ada proses pengorbanan atau tumbalisasi kepada Nasrudin, kemudian kebohongan besar yang dilakukan oleh Mba Anggie, dan kepikunan dari Sang Ketua Komisi di DPR. Tidak adakah satu saja politisi yang bisa membuat rakyat ini masih mempercayai sistemasi pemerintahan dan demokrasi yang katanya demokrasi rakyat ini?
Tidak adakah Politisi yang sadar bahwa saat mereka menjadi legislatif, adalah sebuah kesempatan terbesar bagi anda untuk melakukan pengabdian kepada rakyat, sehingga sebuah ganjaran atau buah nama baik dan diharumkannya namamu sebagai penjaga suara rakyatmu? Aku yakin mungkin masih ada diantara sekian wakil rakyat yang benar2 mengabdikan dirinya bagi masyarakat. Namun bagi mereka yang benar-benar bekerja mungkin anda tidak terlalu diliput media karena anda tidak melulu harus kontroversial mewakili kami rakyat.
Tidak adakah politisi yang bisa melepaskan atribut partainya setelah mereka menjabat sebagai wakil rakyat, untuk sungguh-sungguh mewakili suara rakyat?
Jika masih terkungkung dalam kelompok Partai Politik saja, sebagaimana memang mekanisme politik di negeri ini, yang rupanya masih menjaga suara kelompok sebagai prioritas aku ingin tanyakan, Apa bedanya anda sebagai politisi jika korup dengan seorang JOHN KEI yang katanya adalah seorang Godfather dari sebuah kelompok geng? Bukankah anda sama saja seperti JOHN KEI yang masing terkelompok? Bahkan saya berani bertaruh bahwa John Kei lebih punya hati ketimbang sang Politisi Korup.
Lalu satu pertanyaanku lagi bagi penegakan hukum di negeri ini. Jika benar (ini masih praduga) John Kei membunuh yang menyakiti satu keluarga ditangkap dengan kasar, ditembak kakinya dan dipersulit sana sini, akankah anda juga berlaku bertindak sama terhadap Politisi Korup yang menyakiti dan menyengsarakan bangsa ini secara umum dan menyeluruh? Akankah anda menangkap dengan garang Koruptor ini dan menembak kakinya juga? Bukankah lebih besar kesalahan yang Koruptor lakukan ketimbang seorang John Kei?
Satu lagi statementku buat anda penegak hukum, dari kamra, polisi, jaksa, hakim, dan para pengacara. Jika seorang pencuri saja dihukum 6 bulan tahanan karena mencuri untuk mencukupi makan anaknya yg kelaparan, berapa ratus tahunkah koruptor2 di negeri ini akan anda vonis? Apakah Bebas karena kurang alat bukti?
Buka hati nurani anda, mari melihat segala sesuatunya dari mata hati dan rasa kemanusiaan yang wajar. Lalu pikirkan ini, Masih benarkah Pendidikan Politik di negeri kita ini? Sekalian pikirkan satu hal lagi, masih yakinkan akan keadilan di negeri ini?
Keadilan hanya bisa kudapat dari Hyang Paramakawi. Jika di dunia manusia ini, anda harus bisa menggaji pembela hukum wahid untuk mendapatkan keadilan. Dan bagi anda dan saya yang tak mampu membayar pembela hukum wahid, terima saja nasib anda dalam kepasrahan dan tersolimi. Ragajengm