Om Swastiastu,

My name is Gde Wibisana Singgih Wilasa, But some of friends called me Tualen or Malen. Born in Semarang, Central Java on 1979. Yes, I am old enough. I have family and also have kids with me. Live in Canggu, Nort Kuta. Bali. Wishes for all best in your life and my live always. And might God blessing all of us with fortune and talent.

Sapi yang Mengajariku

Setelah hujan mendera cukup deras selama beberapa menit lamanya, tertegun aku akan kuat kuasa Ilahi. Seteguk kopi hitam yang lalu cuaca masih mendera panas, kemudian tiba-tiba saja mendung entah dari mana sembari menghujani bumi ini dengan air yang sedemikian lebatnya. Sesaat kemudian mereda dan menyisakan genangan-genangan air di alam dan bumi ini.

Tertegun akan karuniaNya yang maha dahsyat. Selang beberapa saat kemudian, tampak di kejauhan seekor sapi melintas, melenggang dengan tenangnya di antara hiruk pikuk lalulintas jam pulang kantor yang sedang terjadi di jalan. Diantara ribetnya pengendara kendaraan bermotor memayungi diri diantara hujan sembari melintasi jalanan yang cukup padat, Sapi ini dengan tenang melewatinya tanpa beban pikiran.

Awalnya sempat aku berpikir “Akankah sapi ini mampu menyeberangi jalanan ini?” Selangkah kemudian dengan tanpa ragu, sapi ini melenggang ketengah jalan, memecah kepadatan lalulintas yang sedang terjadi. Tanpa keraguan sedikit pun langkahnya dibangun dengan ringan. Matanya pun melihat hanya arah tujuannya saja, seolah tanpa memperdulikan sisi kiri dan sisi kanan seperti halnya jika kita yang menyeberangi jalanan ini.

Sementara, pengguna jalan pun tampak dengan relanya membiarkan sapi ini melintas terlebih dahulu dengan mengalahkan hasrat untuk segera tiba di tujuannya, merelakan mengalah kepada ciptaan Tuhan yang satu ini. Unik memang jika diperhatikan secara detail.

Seandainya saja, aku bisa melangkah dalam dunia ini, dalam hiruk pikuk masalah kehidupan ini seperti Sapi in the City ini. Maka mungkin tidak ada beban yang meracuni pikiranku. Mungkin telah sampai aku ditujuanku dengan ringan. Bak melawan arah yang umum, mungkin tanpa perduli dengan kiri dan kananku, aku bisa fokus pada tujuan akhir yang ingin kucapai. Thanks God, you gave me a lot of things to be learned today. banyak renungan yang bisa kupetik dari berbagai kejadian di depan mataku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Go back to top