Secerca Harap
Begitu saja terlintas dalam bathinku, seonggok kata demi kata yang tertuliskan disini. Sesungguhnya kubuat tanggal 21 Nopember 2011 yang lalu. Hanya saja tak kunjung sempat kutuliskan di blog ini. Semoga bisa menghibur, apa yang sedang dirasa oleh Hati sang penulis. (Tualen, 21 Nopember 2011 – Sore Hari)
Kekasihku sayang,
Kuhaturkan sayang ini padamu,
Sebagai bukti atas besarnya cinta ini buatmu,
Puluhan tahun tak menjadi penghalang.
Bahkan kini,
Kala ada hal besar yang terjadi pada kita,
Tak tergoyahkan rasa ini inginkanmu sayang,
Tak terbantahkan adanya cinta dalam hati ini.Hampir genap tujuh kali dua puluh empat,
Pertempuran antara rasa dan ego terjadi,
Perbantahan menggetarkan relung jiwa ini,
Kecemasan mendera dan menghujam berulang.Rasa memang tak bisa ditebak,
Kadang terasa baik kadang terasa pahit,
Sungguh pertempuran yang melelahkan rasanya,
Untungglah tak panjang umur peperangan ini.Segera terbentuk celah cahaya,
Yang tegaskan makna dan keyakinanku,
Kuyakin kini aku tak sendirian dalam sepi,
Kuyakin kini kau pun sayangi hati ini.Jangan kau hilangkan rasa itu kekasih,
Sebab tak kan mampu aku tuk sendiri,
Sebab tak ingin kuhidup lagi,
Jika tanpamu dan tanpa sayangmu kasihku.