Dihantui Rindu
Untaian kata yang tak kuanggap sebagai sebuah puisi ini, dibuat dan dipersembahkan buat yang aku sayangi. Kalo tidak salah ditulis pada bulan September 2011, dari sebuah dataran tinggi di Bali. Kali tidak salah. (Tualen, Bali, September 2011)
Alunan suara alam menyibakkan angan,
Desiran angin dingin sampaikan asa,
Benturan dedaunan warnai sepinya kini,
Dinginnya malam ini rindukan pelukanmu.Kala dirundung rindu sungguh sesakkan hati,
Kala dihantui kangen hilangkan semangat,
Berbeda dengan sebelumnya rasa ini kini,
Bak bintang di langitsana tak lagi terhitung,
Tak lagi terpetakan rinduku padamu sayang.Segala doa dan harap telah dipanjatkan,
Seluruh kata telah terucap tuk sampaikan rasa,
Seluruh manifes telah habis kupergunakan,
Namun tak kunjung bisa gambarkan rasa ini.Hanya sepi, diam dan pandangan yang kupunya,
Hanya diamku saja yang penuh harap kan gambarkan,
Tiada lagi kalimat yang bisa wakili rasaku.Wahai takdirku yang kucinta
Duhai takdirku yang ingin kumiliki,
Betapa aku bersyukur atas hadirmu,
betapa aku sayang padamu sayangku,
Betapa aku ingin memelukmu dalam hari-hariku,
Sungguh sangat rindu ini padamu kekasihku.