Om Swastiastu,

My name is Gde Wibisana Singgih Wilasa, But some of friends called me Tualen or Malen. Born in Semarang, Central Java on 1979. Yes, I am old enough. I have family and also have kids with me. Live in Canggu, Nort Kuta. Bali. Wishes for all best in your life and my live always. And might God blessing all of us with fortune and talent.

Beda Berita Dulu dan Masa Kini

Melihat dan mencermati (jiah… Sok pemerhati nih bahasanya) pertelivisian dan perkembangan penyajian berita belakangan ini – Aku kok serasa melihat telah terjadi pergeseran paradigma dari pengartian sebuah sajian berita.

Berita yang ada pada saat ini aku bandingin dengan jaman pertelevisian masih dimonopoli sama satu stasiun teve pemerintah + satu stasiun teve yg katanya pendidikan + satu stasiun pertelevisian milik swasta. Kalo ndak salah jaman tahun 90′an dulu deh rasanya. Nah, lawannya pada masa kini di saat ini pada saat artikel ini direlease.

Alhasil setelah memperhatikan dan mengingat-ingat dengan keterbatasan memoriku, berikut beberapa perbedaan yang kudapati :

Aktualisasi Sebuah Berita.
Jika pada jam dahulu (masa lalu) berita yg dipertontonkan di teve adalah berita yg aktual walaupun terkadang kurang nyata. Nah kalo yang jaman kini, beritanya kadang tidak aktual, kadang diangkat dari sebuah opini, dan terkadang justru tidak bisa dipercaya.

Pemirsa Berita.
Kalau jaman dulu kita denger berita cenderung merasa nyaman, aman, tentram dan mudah untuk mencerna maksud dan maknanya. Lah kalo sekarang, denger berita aja bikit was-was, ditambah lagi suka bingung karena versinya banyak pilihan. Yang parah justru menciptakan polemik dan opini yang diarahkan sesuai alur narasi dari pembawa berita dan irama pengiringnya.

Formalitas Sebuah Berita.
Kalo jaman dulu kita lihat penyiar berita selalu bersopan santun, memiliki integritas dalam bertanya dan sopan. Nah kalo jaman sekarang ini sangar. Sudah kadang cumen berkemeja doang, dengan kurang sopan pula bertanya, malah terkesan justru memojokkan dan mencari2 penegasan statement dari narasumbernya yang nantinya akan dipergunakan sebagai dasar statement beritanya secara heboh.

Fungsi Dasar sebuah Berita
Dulu, berita merupakan sebuah perpanjangan berita dari sebuah fakta dan aktual cerita yg diinformasikan kepada pemirsa. Nah kalo sekarang ini, berita justru bergeser fungsinya sebagai sebuah tontonan mencari rating pemirsa, dengan menggunakan asas penyidikan, yang seolah-olah ingin mencari dan menggali kebenaran dari sebuah rumor atau opini publik.

Beda Utamanya Yang Miris.
Dulu berita seolah merupakan pencerahan dan membuka cakrawala pikiran dan pengetahuan pemirsa. Kalau sekarang lebih menyerupai sajian SINETRON, dimana berita didramatisir dan dibuat berkepanjangan dengan menggunakan talkshow, berbagai nara sumber untuk makin membingungkan pemirsanya.

Maaf kalo ada yang tersinggung. Maklum Gde Malen memang asal ngejeplak aja. Lagian ini khan cumen pendapat saya di blog saya, bukan sebuah BERITA seperti yg anda pertontonkan….!!!!

Segila Bob Sadino

Setelah seharian kemarin berbagai hal telah terjadi padaku. Berbagai hal yang begitu menyita pikiran dan memeras tenaga baik fisik maupun secara mental, akhirnya aku terhenyak sejak petang tadi dalam realita bahwa, aku tidak bisa melewatinya. Aku tidak bisa lagi memaksanakan keinginanku dan telah mencapai tapal batas bahwa aku tidak lagi bisa bertahan, tidak dapat lagi berbuat, tidak bisa lagi menukarkan apa yang kupunya untuk bisa melewatinya. Sebuah titik magis yang akhirnya kuhadapi, bahwa aku membutuhkan sebuah KEAJAIBAN.

Maka pikiran logisku dalam keadaan ini adalah aku segera berdoa memohonkan kepada Hyang Paramakawi. Ditambah dengan berbagai emosi jiwa yang kumiliki, kelelahan yang teramat sangat pada otak kananku, bahkan berpengaruh pada suasana hatiku sendiri. Ada hentakan kata menyerah yang telah terlintas dengan sangat jelas bahkan di depan mataku sendiri. Read more…

Pernikahan Ibas Aliya

Terlepas dari berbagai pikiran orang bahwa Pernikahan Ibas – Aliya berkiblat pernikahan politik, atau berbagai spekulasi lainnya. Kali ini penulis tertarik dengan bagaimana sebuah pernikahan putra presiden mendapat liputan media yang luar biasa besarnya. Beberapa stasiun televisi menjadikan perhelatan ini sebagai siaran langsung yang secara otomatis menggeser acara-acara lainnya, mempertontonkan pertunjukan secara akbar yang dibuat sedemikian hebohnya dengan branding “Keragaman Budaya Indonesia”. Akhirnya, Istana Peristirahatan Presiden menjadi tempat gelar akbar pernikahan seorang Putra Presiden. Read more…

Pendidikan Anak Usia Dini

Tidak seperti kebanyakan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang banyak digembar-gemborkan dalam berbagai iklan sekolah untuk anak usia dini, Pendidikan yang berdasar dan berbasis pada pendidikan Rumah Tangga rupanya masih merupakan pendidikan yang paling utama.

Percaya dan tidak hubungan antara orang tua, umumnya Ibu terhadap anak-anaknya merupakan hubungan yang tidak terlepaskan dan tidak hanya sekedar hubungan profesionalitas belaka. Namun hubungan ini lebih didasarkan kepada hubungan kasih sayang yang tentunya akan memberikan berbagai kemudahan bagi si anak untuk bisa menerima berbagai instruksi, arahan dan didikan dari orang tua mereka. Read more…

Sapi yang Mengajariku

Setelah hujan mendera cukup deras selama beberapa menit lamanya, tertegun aku akan kuat kuasa Ilahi. Seteguk kopi hitam yang lalu cuaca masih mendera panas, kemudian tiba-tiba saja mendung entah dari mana sembari menghujani bumi ini dengan air yang sedemikian lebatnya. Sesaat kemudian mereda dan menyisakan genangan-genangan air di alam dan bumi ini.

Tertegun akan karuniaNya yang maha dahsyat. Selang beberapa saat kemudian, tampak di kejauhan seekor sapi melintas, melenggang dengan tenangnya di antara hiruk pikuk lalulintas jam pulang kantor yang sedang terjadi di jalan. Diantara ribetnya pengendara kendaraan bermotor memayungi diri diantara hujan sembari melintasi jalanan yang cukup padat, Sapi ini dengan tenang melewatinya tanpa beban pikiran.

Read more…

Cukupkah Pengamanan Bali?

Pertanyaan ini memang terkadang berkesan sagat pelik, jika kita mengingat betapa Bali secara luar biasa telah bertahan setelah diguncang 2 (dua) kali bom bunuh diri yang tak ayal merubah wajah Bali yang terkenal aman ini menjadi sedikit awas dan waspada terhadap serangan Terorisme.

Bali sebagai sebuah kepulauan kecil dengan sekian banyak pintu masuk melalui laut dan berbagai kemungkinan penyusupan lainnya yang sangatlah sulit untuk diamankan secara menyeluruh. Read more…

Go back to top