Om Swastiastu,

My name is Gde Wibisana Singgih Wilasa, But some of friends called me Tualen or Malen. Born in Semarang, Central Java on 1979. Yes, I am old enough. I have family and also have kids with me. Live in Canggu, Nort Kuta. Bali. Wishes for all best in your life and my live always. And might God blessing all of us with fortune and talent.

Pernikahan Ibas Aliya

Terlepas dari berbagai pikiran orang bahwa Pernikahan Ibas – Aliya berkiblat pernikahan politik, atau berbagai spekulasi lainnya. Kali ini penulis tertarik dengan bagaimana sebuah pernikahan putra presiden mendapat liputan media yang luar biasa besarnya. Beberapa stasiun televisi menjadikan perhelatan ini sebagai siaran langsung yang secara otomatis menggeser acara-acara lainnya, mempertontonkan pertunjukan secara akbar yang dibuat sedemikian hebohnya dengan branding “Keragaman Budaya Indonesia”. Akhirnya, Istana Peristirahatan Presiden menjadi tempat gelar akbar pernikahan seorang Putra Presiden.

Foto Copy Paste dari "News Okezone.com"

Awalnya tidak ada yang mengusik pikiran dan hati menanggapi pernikahan “Orang Besar” ini. Awalnya seperti kebanyakan pernikahan orang besar dan selebriti negeri ini yang memang suka dengan berbagai hal kemewahan dan “wah” dalam merayakan hari besar mereka. Namun selangkah menjelang, dimana ada beberapa hal yang menyeletuk dan terbersit di pikiranku, membandingkan dengan apa yang kuketahui, maka pingin juga nih bikin tulisan-tulisan ini sekedar buat menuangkan apa yang menjadi pikiranku. Jujur aku ngga berniat buat menyakiti siapapun dalam tulisan ini, aku juga ngga ingin melakukan repetisi ataupun klarifikasi. Hanya sebatas menuangkan apa yang menjadi pikiranku.

Ada disebutkan ini merupakan pernikahan yang mempertontonkan “Keragaman Budaya Bangsa ini”. Untuk yang satu ini oke aku bisa menerimanya dengan ucapakn syukur, bahwa tim kreatif dan panitia pernikahan Ibas-Aliya memberikan nuansa yang kental dengan budaya Bangsa ini. Melestarikan budaya yang telah mulai banyak ditinggalkan. Hanya saja yang aku kurang pahami adalah “Perbauran Budaya” yang terjadi antara budaya Jawa dengan budaya Palembang apakah sudah porsinya yang tepat? Tidakkah malah membaurkan budaya bangsa ini? Hayo….

Dalam siaran langsung di beberapa stasiun televisi nasional, disebutkan dan dibahas siapa yang hadir dalam acara tersebut, yang kemudian secara tidak sengaja Presenter nyeletuk, entah memiliki niat apa atau sekedar nyeletuk guna buat mengisi perbincangan, “Tampak Bapak……. dan Ibu…… menghadiri pernikahan ini, tapi tidak tampak disini Ibu M……… disini”. Nah loh, ini entah disengaja dengan maksud atau tanpa sengaja, seolah kok malah mengabsensi para petinggi negeri ini ya? Haruskah diabsensi siapa petinggi yang ngga hadir dalam perhelatan ini?

Sekilas aku teringat pada celetukan di Facebook dari seorang teman. Isinya “Buat SBY & Hata Rajasa : Nek situ berdua bener2 presiden & menteri yg baik hati pd rakyat kecil, undanglah para gelandangan, pengemis & anak2 jalanan se-jabotabek utk hadir merestui perkawinan anakmu berdua. Berikan kado pada setiap mereka yg datang, & saat pulang beri mereka angpao secukupnya. Bila saran ini dilakukan, sampeyan berdua akan dikenang oleh banyak orang sbg pejabat yg baik hati dan tidak sombong.

Unik memang celetukkannya. Tapi memang ada benernya juga lho ya. Sebagai Public Figure tentunya mereka dan orang tua mereka punya tanggung jawab moral yang lebih di tengah carut marutnya bangsa ini, diantara berbagai bencana dan masalah yang sedang terjadi di negeri ini. Diantara berbagai kekurangan dan kesulitan masyarakat yang sedang mendera, akan luar biasa jika hal ini menjadi pemikiran mereka juga.

Namun, tetap kuucapkan selamat buat mempelai berdua sebagai mahluk sosial yang beragama dan sebagai manusia yang mengagungkan cinta dan kasih sayang dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan. Sebagai bentuk syukurku pula atas bersatunya kalian berdua. Semoga langgeng lan kapolihang rahayu persatuan kalian, dan semoga menjadi keluarga yang bahagia, tak sekedar menjalankan keinginan manusiamu namun juga melakukan amanah Hyang Paramakawi dengan persatuan kalian berdua. Maklumi saja jika perhelatanmu diwarnai berbagai issu politik dan pertanyaan mereka yang pandai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Go back to top