Cukupkah Pengamanan Bali?
Pertanyaan ini memang terkadang berkesan sagat pelik, jika kita mengingat betapa Bali secara luar biasa telah bertahan setelah diguncang 2 (dua) kali bom bunuh diri yang tak ayal merubah wajah Bali yang terkenal aman ini menjadi sedikit awas dan waspada terhadap serangan Terorisme.
Bali sebagai sebuah kepulauan kecil dengan sekian banyak pintu masuk melalui laut dan berbagai kemungkinan penyusupan lainnya yang sangatlah sulit untuk diamankan secara menyeluruh.
Namun semenjak diterapkannya pemeriksaan KTP sebagai salah satu sarana pemantauan terhadap penduduk pendatang secara kependudukan dan meminimalisir infiltrasi terorisme, Bali telah menjadi pionir dalam pengamanan kependudukan.
Di pintu masuk utama Bali (Pelabuhan Gilimanuk) telah diberlakukan pemeriksaan identitas 24 jam seharinya. Sejauh pemantauan penulis pada hari ini (8/11/11) sejak pukul 01.00 wita dinihari hingga pagi, tampaknya team gabungan dari Depdagri, Kepolisian, Militer dan pengamanan desa setempat tampak secara serius menggarapnya. Melakukan pemeriksaan satu persatu secara detail.
Dengan segala keterbatasan yang mereka miliki baik di faslitas maupun di tenaga kerjanya, mereka tetap menggarap dengan sepenuh hati. hal ini dapat dilihat dari beberapa penduduk pendatang yang tak beridentitas yang dipulangkan melalui pelabuhan ini. Teramati sejumlah 5 – 6 orang penduduk yang dikembalikan / dipulangkan hingga pukul 04.00 dinihari.
Ditambah ada kejadian unik, dimana sebuah kendaraan patroli polisi yang baru dikirim dari Jawa, yang tampaknya belum diserahterimakan ke Polda Bali, rupanya mengangkut penumpang yang tidak beridentitas. Kejadian pemeriksaan ini tertangkap kamera penulis secara tidak sengaja. Beberapa penumpang juga memperhatikan, seolah bertanya kenapa Kendaraan Patroli Polisi sampai diberhentikan.
Artikel dan Foto Ilustrasi : Gde Wibisana (8/11/2011)


Terimakasih beritanya.Semoga Bali tetap aman dan tenteram.