Beda Berita Dulu dan Masa Kini
Melihat dan mencermati (jiah… Sok pemerhati nih bahasanya) pertelivisian dan perkembangan penyajian berita belakangan ini – Aku kok serasa melihat telah terjadi pergeseran paradigma dari pengartian sebuah sajian berita.
Berita yang ada pada saat ini aku bandingin dengan jaman pertelevisian masih dimonopoli sama satu stasiun teve pemerintah + satu stasiun teve yg katanya pendidikan + satu stasiun pertelevisian milik swasta. Kalo ndak salah jaman tahun 90′an dulu deh rasanya. Nah, lawannya pada masa kini di saat ini pada saat artikel ini direlease.
Alhasil setelah memperhatikan dan mengingat-ingat dengan keterbatasan memoriku, berikut beberapa perbedaan yang kudapati :
Aktualisasi Sebuah Berita.
Jika pada jam dahulu (masa lalu) berita yg dipertontonkan di teve adalah berita yg aktual walaupun terkadang kurang nyata. Nah kalo yang jaman kini, beritanya kadang tidak aktual, kadang diangkat dari sebuah opini, dan terkadang justru tidak bisa dipercaya.
Pemirsa Berita.
Kalau jaman dulu kita denger berita cenderung merasa nyaman, aman, tentram dan mudah untuk mencerna maksud dan maknanya. Lah kalo sekarang, denger berita aja bikit was-was, ditambah lagi suka bingung karena versinya banyak pilihan. Yang parah justru menciptakan polemik dan opini yang diarahkan sesuai alur narasi dari pembawa berita dan irama pengiringnya.
Formalitas Sebuah Berita.
Kalo jaman dulu kita lihat penyiar berita selalu bersopan santun, memiliki integritas dalam bertanya dan sopan. Nah kalo jaman sekarang ini sangar. Sudah kadang cumen berkemeja doang, dengan kurang sopan pula bertanya, malah terkesan justru memojokkan dan mencari2 penegasan statement dari narasumbernya yang nantinya akan dipergunakan sebagai dasar statement beritanya secara heboh.
Fungsi Dasar sebuah Berita
Dulu, berita merupakan sebuah perpanjangan berita dari sebuah fakta dan aktual cerita yg diinformasikan kepada pemirsa. Nah kalo sekarang ini, berita justru bergeser fungsinya sebagai sebuah tontonan mencari rating pemirsa, dengan menggunakan asas penyidikan, yang seolah-olah ingin mencari dan menggali kebenaran dari sebuah rumor atau opini publik.
Beda Utamanya Yang Miris.
Dulu berita seolah merupakan pencerahan dan membuka cakrawala pikiran dan pengetahuan pemirsa. Kalau sekarang lebih menyerupai sajian SINETRON, dimana berita didramatisir dan dibuat berkepanjangan dengan menggunakan talkshow, berbagai nara sumber untuk makin membingungkan pemirsanya.
Maaf kalo ada yang tersinggung. Maklum Gde Malen memang asal ngejeplak aja. Lagian ini khan cumen pendapat saya di blog saya, bukan sebuah BERITA seperti yg anda pertontonkan….!!!!