About Me
Om Swastiastu.
Terima kasih sudah mengunjungi situs pribadi saya. Nama saya persis seperti yang tertera dan menjadi judul pada situs website ini. Sebuah nama yang cukup panjang ya …… Tapi itulah nama yang diberikan oleh kedua orang tua tercinta saya. Sekedar mempermudah, kelak anda bisa memakai nama panggilan : gde, malen, wibie, dsb untuk memudahkan berkomunikasi.
The Day of Birth & how?
Dilahirkan di RS. Panti Wilasa pada 31 Mei 1979 lalu, sebuah kelahiran dengan OPERASI CAESAR tak lazim (katanya sih si jabang bayi terlilit oleh ari-arinya dengan posisi “nyungsang” alias tidak mau terbalik”). Pada masa itu 1979, sungguh sebuah kelahiran yang sangat beresiko tinggi. Segala ucap terima kasih saya haturkan kepada kedua orang tua saya, yang masing-masing telah memberikan dedikasi dan keteguhannya buat melahirkan anakmu ini.

Buat Bapak, M. Suprihadi Sastro supono – Terima kasih karena atas usahamu kesana dan kemari, menghubungi berbagai kolegamu di berbagai negara dari jerman hingga Belanda, hingga akhirnya membuahkan hasil bantuan dari seorang dokter berkewarganegaraan Belanda yang membantu proses “Operasi Caesar Rumit” ini di RS. Panti Wilasa Semarang, Jawa Tengah.
Buat Ibu, Ni Luh Pujiningsih – Berjuta terima kasih dan segala pujian kupanjatkan kepadamu, sebab segala keteguhan hari dan ketabahan dalam bertahan puluhan tahun lalu, membuat anakmu ini terlahir di dunia ini. Sebuah ketabahan dan kasih sayang seorang ibu yang sungguh luar biasa buat putra yang dikandungnya.
When I am a Kids
Dibesarkan dalam keluarga yang mengedepankan Kasih dan menyayangi sesama ternyata memberikan nilai yang cukup bermanfaat dalam kehidupan awalku hingga setamat Sekolah Dasar. Saya bersyukur dibesarkan, tumbuh dan berkembang di lingkungan UKSW Satya Wacana – sebuah lembaga pendidikan ternama di Jawa Tengah, yang terletak di kota Salatiga.
Sedari Pre-School (dulu bernama Play Group), Taman Kanak-Kanak, hingga Sekolah Dasar saya lewatkan di Sekolah Laboratorium Salatiga. Sebuah keberuntungan bisa mendapatkan pendidikan sekelas international school pada masa itu. Sepertinya pendidikan dasar tersebut yang membentuk saya menjadi individu yang berbeda, walaupun jujur saya akui, justru agak menyimpang dari kebanyakan orang dalam artian yang positif. Ketika seumuranku pada doyan-doyannya sekolah, saya justru banyak menimba ilmu dari membaca dan membaca. dan akhirnya jadilah saya yang otodidak, seperti saat ini.