Om Swastiastu,

My name is Gde Wibisana Singgih Wilasa, But some of friends called me Tualen or Malen. Born in Semarang, Central Java on 1979. Yes, I am old enough. I have family and also have kids with me. Live in Canggu, Nort Kuta. Bali. Wishes for all best in your life and my live always. And might God blessing all of us with fortune and talent.

Pinunas Titiang

Duh Hyang Paramakawi,
Hyang Ratu Biyang,
Hyang Ratu Ayu,
Hyang Ratu Made,
Sane mangkin titiang maserah ring Ratu. Yening asapuniki kahanan titiang ten prasida obah, tan prasida ayu bagia, tunas titiang mangdane pundut sampun titiang saking macepade, pundut titiang sareng somah tiange, pianak tiange makekalih. Mangde ten malih berat urip tiang lan keluarga titiange. Icen je titiang seger, bayu, rejeki sane luwih, pekubon sane tekek, mangde prasida titiang ngawujudang Ida sareng sami.

Hyang Dewata Dewati, Leluhur titiange makesami. Cingak je titiang, lungsur titiang sareng same ngiringin pelampahan titiange meutsahe urip, mangdane prasida tiang mapan sandang, papan lan rahayu ring urip titiang. Sampun telah bayun titiang ring sabar lan usaha ten kamolihang hasil sane becik. Kenyel titiang mausaha naur utang mangde tetep urip. Jejeh titiang tekening masa depaning pianak2 titiang. Mangkin tunas titiang, tantang titiang dane Dewata Dewati titiang, leluhur titiang makesami. Isinin je manah titiang mangde mapan, mangde rahayu tiang lan keluarga, mangde prasida titiang nempungang dane sareng sami megalungan.

Wengine mangkin titiang sampun kenyel, leleh, sakit lan bingung. Napike sane dados anggen titiang langkah. Tunas titiang nike makesami saking manah titiang, yening ten Ida kayun, tunas titiang Ida mundut urip titiang, somah titiang lan pianak titiang sareng kalih ical saking macepade. Yening memang titiang anggen ratu pemargi nekekang malih wujud Ida driki, icen tiang napi je sane tunas titiang I wawu.

Om santhi, santhi, santhi, Om.

GolPut dan Politik Uang dalam sebuah Definisi Politik

Salam buat semua sahabat, kawan dan bapak / ibu sekalian. Jadi pengen nih saya urun pendapat mengenai sudut pandang yang saya cerna, menurut pola pikir saya pribadi nun jauh di lubuh hati. Semoga ngga ada yang tersinggung ya….

Definisi dari GolPut (Golongan Putih). Secara harafiah nalar saya pribadi, disebut golongan putih karena tidak ada warna yang menjadi pilihan sebagaimana politik negeri ini yang selalu dimanifestasikan dalam warna-warna. Walaupun sekarang mulai ngablur / membaur berhubung sedemikian banyaknya warna yang dipakai lebih dari satu Partai Politik.

Skema politik Uang. Pada dasarnya untuk semua hal memakai uang dalam pembentukan dan pemeliharaannya. Jangankan di Partai Politik, lha wong kita saja di forum facebook ini juga keluar duit kok, setidaknya entah untuk beli laptop/PC atau buat bayar langganan koneksinya. Yang jadi masalah, asal uang atau bagaimana latar belakang adanya uang tersebut yang bisa DIPOLITISIR dan menyebkan MALAPETAKA sebuah POLITIK UANG.

Politik Uang lainnya adalah bermakna NYOGOK. Entah dilakukan untuk memperoleh posisi pengurus, ketua, atau pencalonan dalam sebuah proses demokrasi politik. Atau yang lebih parah, kenapa dikenal Politik Uang ini adalah dengan adanya SERANGAN UMUM FAJAR Pemilu (Politik Uang yang dilancarkan / serangan yang sudah umum di saat fajar menyingsing, menjelang hari Pemilu). Walaupun tidak menutup kemungkinan sebelumnya pun sudah mulai diterapkan politik uang dalam berbagai dalih bakti sosial yang mengkomoditaskan WONG CILIK, masyarakat level terbawah atau rakyat miskin.

Duit Pribadi untuk berpolitik, mungkin untuk level tertentu saya yakin ada juga yang merelakannya, walaupun akhirnya berbuntut pada perhitungan Neraca Rugi Laba sebuah perhitungan akuntansi. Dimana tentunya ada saja yang diinginkan untuk diperoleh di kemudian hari. Apalagi kalo mereka berpikiran untuk adanya titik ROI (Return of Investment) nah itu lebih profesional lagi malah. Dijamin, ada benefit yang diinginkan. Contohnya, lihat saja masa-masa menjelang akhir jabatan sang pejabat.

Nah itu kalau menurut saya, yang jujur sudah sedikit mblenek dengan komoditas RAKYAT MISKIN pada setiap masa Kampanye Pemilu.

(Postingan saya pada sebuah Forum di Facebook, dimana saya didaftarkan oleh seorang teman)

Pelajaran Demokrasi Bangsa

Mungkin anda juga mendengar dan mencermati apa yang sedang terjadi pada negeri ini. Sebuah Polemik Korupsi oleh para Politisi yang semakin memporak porandakan keyakinan rakyat, utamanya keyakinanku pada pemerintahan ini. Seolah jika hanya melihat secara kasat mata, Demokrasi negeri ini seolah mengajarkan kepada rakyat bagaimana kita melakukan kejahatan kemudian melupakan atau mengingkari tanggungjawab moral baik kepada rakyat dengan berbohong yang sesuai dengan aturan hukum.

Mengenai fee dan komisi, kalo saya pribadi sebagai pengusaha dan marketer yang lama di dunia ini, prosesi upeti ini adalah hal yang biasa. Hanya mungkin yang karena jumlah dan penyelewengan posisinya yang menyebabkan hal ini menjadi besar. Ini adalah “joked analysist” yang timbul begitu saja di kepalaku saat ini. Read more…

Beda Berita Dulu dan Masa Kini

Melihat dan mencermati (jiah… Sok pemerhati nih bahasanya) pertelivisian dan perkembangan penyajian berita belakangan ini – Aku kok serasa melihat telah terjadi pergeseran paradigma dari pengartian sebuah sajian berita.

Berita yang ada pada saat ini aku bandingin dengan jaman pertelevisian masih dimonopoli sama satu stasiun teve pemerintah + satu stasiun teve yg katanya pendidikan + satu stasiun pertelevisian milik swasta. Kalo ndak salah jaman tahun 90′an dulu deh rasanya. Nah, lawannya pada masa kini di saat ini pada saat artikel ini direlease.

Alhasil setelah memperhatikan dan mengingat-ingat dengan keterbatasan memoriku, berikut beberapa perbedaan yang kudapati :

Aktualisasi Sebuah Berita.
Jika pada jam dahulu (masa lalu) berita yg dipertontonkan di teve adalah berita yg aktual walaupun terkadang kurang nyata. Nah kalo yang jaman kini, beritanya kadang tidak aktual, kadang diangkat dari sebuah opini, dan terkadang justru tidak bisa dipercaya.

Pemirsa Berita.
Kalau jaman dulu kita denger berita cenderung merasa nyaman, aman, tentram dan mudah untuk mencerna maksud dan maknanya. Lah kalo sekarang, denger berita aja bikit was-was, ditambah lagi suka bingung karena versinya banyak pilihan. Yang parah justru menciptakan polemik dan opini yang diarahkan sesuai alur narasi dari pembawa berita dan irama pengiringnya.

Formalitas Sebuah Berita.
Kalo jaman dulu kita lihat penyiar berita selalu bersopan santun, memiliki integritas dalam bertanya dan sopan. Nah kalo jaman sekarang ini sangar. Sudah kadang cumen berkemeja doang, dengan kurang sopan pula bertanya, malah terkesan justru memojokkan dan mencari2 penegasan statement dari narasumbernya yang nantinya akan dipergunakan sebagai dasar statement beritanya secara heboh.

Fungsi Dasar sebuah Berita
Dulu, berita merupakan sebuah perpanjangan berita dari sebuah fakta dan aktual cerita yg diinformasikan kepada pemirsa. Nah kalo sekarang ini, berita justru bergeser fungsinya sebagai sebuah tontonan mencari rating pemirsa, dengan menggunakan asas penyidikan, yang seolah-olah ingin mencari dan menggali kebenaran dari sebuah rumor atau opini publik.

Beda Utamanya Yang Miris.
Dulu berita seolah merupakan pencerahan dan membuka cakrawala pikiran dan pengetahuan pemirsa. Kalau sekarang lebih menyerupai sajian SINETRON, dimana berita didramatisir dan dibuat berkepanjangan dengan menggunakan talkshow, berbagai nara sumber untuk makin membingungkan pemirsanya.

Maaf kalo ada yang tersinggung. Maklum Gde Malen memang asal ngejeplak aja. Lagian ini khan cumen pendapat saya di blog saya, bukan sebuah BERITA seperti yg anda pertontonkan….!!!!

Beda Berita Dulu dan Masa Kini

Melihat dan mencermati (jiah… Sok pemerhati nih bahasanya) pertelivisian dan perkembangan penyajian berita belakangan ini – Aku kok serasa melihat telah terjadi pergeseran paradigma dari pengartian sebuah sajian berita.

Berita yang ada pada saat ini aku bandingin dengan jaman pertelevisian masih dimonopoli sama satu stasiun teve pemerintah + satu stasiun teve yg katanya pendidikan + satu stasiun pertelevisian milik swasta. Kalo ndak salah jaman tahun 90′an dulu deh rasanya. Nah, lawannya pada masa kini di saat ini pada saat artikel ini direlease.

Alhasil setelah memperhatikan dan mengingat-ingat dengan keterbatasan memoriku, berikut beberapa perbedaan yang kudapati :

Aktualisasi Sebuah Berita.
Jika pada jam dahulu (masa lalu) berita yg dipertontonkan di teve adalah berita yg aktual walaupun terkadang kurang nyata. Nah kalo yang jaman kini, beritanya kadang tidak aktual, kadang diangkat dari sebuah opini, dan terkadang justru tidak bisa dipercaya.

Pemirsa Berita.
Kalau jaman dulu kita denger berita cenderung merasa nyaman, aman, tentram dan mudah untuk mencerna maksud dan maknanya. Lah kalo sekarang, denger berita aja bikit was-was, ditambah lagi suka bingung karena versinya banyak pilihan. Yang parah justru menciptakan polemik dan opini yang diarahkan sesuai alur narasi dari pembawa berita dan irama pengiringnya.

Formalitas Sebuah Berita.
Kalo jaman dulu kita lihat penyiar berita selalu bersopan santun, memiliki integritas dalam bertanya dan sopan. Nah kalo jaman sekarang ini sangar. Sudah kadang cumen berkemeja doang, dengan kurang sopan pula bertanya, malah terkesan justru memojokkan dan mencari2 penegasan statement dari narasumbernya yang nantinya akan dipergunakan sebagai dasar statement beritanya secara heboh.

Fungsi Dasar sebuah Berita
Dulu, berita merupakan sebuah perpanjangan berita dari sebuah fakta dan aktual cerita yg diinformasikan kepada pemirsa. Nah kalo sekarang ini, berita justru bergeser fungsinya sebagai sebuah tontonan mencari rating pemirsa, dengan menggunakan asas penyidikan, yang seolah-olah ingin mencari dan menggali kebenaran dari sebuah rumor atau opini publik.

Beda Utamanya Yang Miris.
Dulu berita seolah merupakan pencerahan dan membuka cakrawala pikiran dan pengetahuan pemirsa. Kalau sekarang lebih menyerupai sajian SINETRON, dimana berita didramatisir dan dibuat berkepanjangan dengan menggunakan talkshow, berbagai nara sumber untuk makin membingungkan pemirsanya.

Maaf kalo ada yang tersinggung. Maklum Gde Malen memang asal ngejeplak aja. Lagian ini khan cumen pendapat saya di blog saya, bukan sebuah BERITA seperti yg anda pertontonkan….!!!!

Selamat Jalan Putriku,

11 Januari 2012, hari bahagia atas hadirmu ke dunia ini. Sebuah kelahiran putri yang lama kunantikan, yang menjadi pelengkap bahagia hidupku. Entah berapa kali kecup kulayangkan pada beberapa menit pertama kelahiranmu. Seolah mendapat jackpot, aku sangat bahagia atas hadirmu.

Sebuah kebahagiaan yg penuhi hasrat jiwaku, walaupun rupanya hanya 8 hari lamanya kurasakan sejak hadirmu, Ni Nyoman Galuh Kalpikasari. Tanggal 19 Januari 2012 – tiada lagi senyum dan canda denganmu. Pukul 15.30 wita, kala sore waktu mandimu – ketegangan terjadi. Kami yakini ada sesuatu yang janggal denganmu putriku.

Waktu serasa terhenti seiring keteganganku hadapi apa yg terjadi. Pukul 19.00 akhirnya rujukan membawamu ke IRD RSUP Sanglah. Derita dan duka mulai menyelimutiku. Ibumu tak lagi mampu melihat deritamu. Berbagai cara telah dilakukan, diupayakan secara medis. Sebuah perjuangan yang luar biasa dari dokter dan perawat IRD Sanglah yang sungguh diluar prediksiku. Segala trauma atas layanan RSUP yang kupunya mendadak sirna atas keteguhan dan ngototnya dua dokter jaga anak IRD dan tiga perawat jaga yang dengan setia mempertahankan nafasmu.

“Harapan bagi putri Bapak, teramat kecil. Tapi kami tetap berusaha semaksimalnya, dan kami janjikan ini. Selama masih ada detak jantung adik, kami tetap usahakan”

Sebuah statement yang memukulku pada 2 (dua) realita. Sebuah kondisi yang teramat berat sekaligus sebuah dukungan yang Maha besar. Umurmu terlampau muda untuk hadapi perawatan medis yang begitu luar biasa. Dan aku sadar, betapa putriku juga berusaha dan berjuang sangat keras untuk bisa bertahan bersama ayahandanya memberi harap dan peluangnya.

Hingga akhirnya pukul 22.30 malam, setelah sekian jam perawatan akhirnya aku, ayahmu dan ibumu hanya bisa berserah kepada Hyang Paramakawi dan mendoakanmu. Kami tak lagi kuasa utk melihatmu menderita seperti ini. “Kami hanya memanjatkan doa pendek namun padat. Jika memang engkau hendak tetap bersama orang tuamu maka sembuhlah. Namun jika memang hendak kau tinggalkan kami, maka berangkatlah putriku. Kami relakan dan serahkan segalanya pada Hyang Paramakawi.”

Subuh di hari Sabtu, subuh pada tanggal 21 Januari 2012 diawali dengan hujan lebar. Tangisan bumi mengiringi pula ayahmu yang tengah menangisimu. Pukul 0430 diantarkan oleh seorang kerabat di utara, aku ayahmu dan nenekmu menjemputmu dari rumah Jenasah untuk kami antarkan ke pemakaman, peristirahatanmu terakhir. Setra Meduwi, tempat peraduanmu terakhir. Selamat jalan Putriku tersayang.

Doakan Anakku

Dinihari ini Ida Hyang Paramakawi kembali memberiku cobaan. Sesosok anak kesayangan, yang kutunggu sekian lamanya, harus terbaring lemas di UGD RSUP Sanglah. Berbagai tindakan telah dilakukan pada anakku sayang yang masih terlampau muda.

Aku pasrah dan hanya mampu berdoa saja. Penat rasanya dan sesak hati ini mendengar diagnosa dan persentase harapan bagi si kecil. Mungkin ini adalah hukuman atas segala salah yg kuperbuat, atau entah jalan hidup unik lain yg harus aku hadapi lagi. Entahlah.

Di titik ini hati dan pikiranku tak lagi merasakan apa-apa. Beku dan seolah tak mampu menahan luka menganga. Tangis dan air mata tak lagi bisa kutumpahkan. Sudah kuhabiskan tadi kala di UGD. Doaku lbh mirip sebuah mimpi belaka.

Tapi tolong doakan anakku, tolong jagakan harapannya, tolong kuatkan aku. Dan tolong serukan pada Hyang Paramakawi untuk meluluskan doaku segera dalam sebuah mujizat dan keajaiban Ilahi.

Nyoman Galuh, maafkan ayahmu ini. Terlampau berat mungkin salahku yg dikarmakan kepadamu. Maafkan juga ayahmu ini atas ketidakmampuan menjagamu, maafkan ayahmu ini atas kemiskinan yg tengah menderaku. Maafkan aku dan ibumu nak.

Hasrat Diri Ini

Dikala ada keinginan untuk mendapatkan, memiliki, menguasai dan atau merasakan sesuatu, terkadang kita harus melakukan perjuangan terlebih dahulu. Kadang kita dihadapkan pada kondisi yang serba sulit, saling bertentangan dengan apa yang hasrat diri inginkan. Berbagai perjuangan mengiringi keinginan untuk memiliki.

Ada kalanya kita tidak bisa serta merta menjalankan apa yang menjadi keinginan di diri ini. Harus mengalahkan apa yg menjadi keinginan terlebih dahulu, atau lebih perih jika diungkapkan “harus mengalah” terlebih dahulu.

Disini baru kusadari betapa kata bijak “mengalah untuk menang” itu benar adanya. Dulu aku tak pernah peduli dengan statement ini. Dulu aku hanya mengiyakan bahwa kalo mengalah ya kalah. Namun hari ini aku baru merasakan, bahwa mengalah terkadang masih menyisakan hasrat lain untuk tetap bisa menang. Semoga saja kekalahan yang kita semua sedang alami akan memberikan kemenangan di masa yang akan datang nantinya.

Renovasi Banggar 20 Milyar

Denger berita ini kok ya rasanya penulis pengen ketawa terbahak-bahak ya? Jika angka 20 Milyar ini digunakan untuk membangun sebuah kompleks Villa di Bali, mungkin penulis ngga heran berhubung harga tanah yang tinggi dan tingkat ekslusifitas yang dibutuhkan untuk sebuah hunian villa di Bali. Yang aneh adalah, seorang teman punya villa di lingkungan kerobokan dan hanya menghabiskan 3 Milyar rupiah untuk membangun hunian super mewah lengkap dengan isinya yang tergolong Hi-Tech dan ekslusive.

Yang menjadi aneh kala ruang rapat yang hanya DIRENOVASI dengan ukuran yang seukuran ruang rapat di hotel di Bali, rupanya bisa menghabiskan dana anggaran hingga 20 milyar jumlahnya. Busyet dah. kalo saja ini dipakai bangun villa di bali saja bisa dapat lebih dari sepuluh villa yang maha luar biasa. Anehnya lagi statement Sekjen Banggar yang mengatasnamakan “Kebutuhan Teknologi Masa Kini” yang lebih menjadi aneh lagi. Teknologi yang seperti apa sih yang menyebabkan nilainya sedemikian fantastis. Read more…

Mau Kedamaian ?

Kedamaian adalah sebuah mimpi dari hampir semua manusia. Kedamaian bermakna sangat luas yang memiliki pemahaman kompleks, dalam sebuah rasa yang dibentuk dari beberapa kondisi seperti bahagia, tenang, nyaman, aman, tanpa problema, mapan dan seterusnya. Namun, sebaiknya cukup dijadikan sebuah angan-angan saja katA tersebut. Jangan terlalu ngotot untuk mengejarnya di kehidupan nyata ini, karena toh realitanya setiap manusia pasti mengalami permasalahan dalam hari2nya. Ingat bahwa kehidupan kita ini selalu merupakan pilihan. Read more…

Go back to top