Om Swastiastu,

My name is Gde Wibisana Singgih Wilasa, But some of friends called me Tualen or Malen. Born in Semarang, Central Java on 1979. Yes, I am old enough. I have family and also have kids with me. Live in Canggu, Nort Kuta. Bali. Wishes for all best in your life and my live always. And might God blessing all of us with fortune and talent.

Selamat Jalan Putriku,

11 Januari 2012, hari bahagia atas hadirmu ke dunia ini. Sebuah kelahiran putri yang lama kunantikan, yang menjadi pelengkap bahagia hidupku. Entah berapa kali kecup kulayangkan pada beberapa menit pertama kelahiranmu. Seolah mendapat jackpot, aku sangat bahagia atas hadirmu.

Sebuah kebahagiaan yg penuhi hasrat jiwaku, walaupun rupanya hanya 8 hari lamanya kurasakan sejak hadirmu, Ni Nyoman Galuh Kalpikasari. Tanggal 19 Januari 2012 – tiada lagi senyum dan canda denganmu. Pukul 15.30 wita, kala sore waktu mandimu – ketegangan terjadi. Kami yakini ada sesuatu yang janggal denganmu putriku.

Waktu serasa terhenti seiring keteganganku hadapi apa yg terjadi. Pukul 19.00 akhirnya rujukan membawamu ke IRD RSUP Sanglah. Derita dan duka mulai menyelimutiku. Ibumu tak lagi mampu melihat deritamu. Berbagai cara telah dilakukan, diupayakan secara medis. Sebuah perjuangan yang luar biasa dari dokter dan perawat IRD Sanglah yang sungguh diluar prediksiku. Segala trauma atas layanan RSUP yang kupunya mendadak sirna atas keteguhan dan ngototnya dua dokter jaga anak IRD dan tiga perawat jaga yang dengan setia mempertahankan nafasmu.

“Harapan bagi putri Bapak, teramat kecil. Tapi kami tetap berusaha semaksimalnya, dan kami janjikan ini. Selama masih ada detak jantung adik, kami tetap usahakan”

Sebuah statement yang memukulku pada 2 (dua) realita. Sebuah kondisi yang teramat berat sekaligus sebuah dukungan yang Maha besar. Umurmu terlampau muda untuk hadapi perawatan medis yang begitu luar biasa. Dan aku sadar, betapa putriku juga berusaha dan berjuang sangat keras untuk bisa bertahan bersama ayahandanya memberi harap dan peluangnya.

Hingga akhirnya pukul 22.30 malam, setelah sekian jam perawatan akhirnya aku, ayahmu dan ibumu hanya bisa berserah kepada Hyang Paramakawi dan mendoakanmu. Kami tak lagi kuasa utk melihatmu menderita seperti ini. “Kami hanya memanjatkan doa pendek namun padat. Jika memang engkau hendak tetap bersama orang tuamu maka sembuhlah. Namun jika memang hendak kau tinggalkan kami, maka berangkatlah putriku. Kami relakan dan serahkan segalanya pada Hyang Paramakawi.”

Subuh di hari Sabtu, subuh pada tanggal 21 Januari 2012 diawali dengan hujan lebar. Tangisan bumi mengiringi pula ayahmu yang tengah menangisimu. Pukul 0430 diantarkan oleh seorang kerabat di utara, aku ayahmu dan nenekmu menjemputmu dari rumah Jenasah untuk kami antarkan ke pemakaman, peristirahatanmu terakhir. Setra Meduwi, tempat peraduanmu terakhir. Selamat jalan Putriku tersayang.

Doakan Anakku

Dinihari ini Ida Hyang Paramakawi kembali memberiku cobaan. Sesosok anak kesayangan, yang kutunggu sekian lamanya, harus terbaring lemas di UGD RSUP Sanglah. Berbagai tindakan telah dilakukan pada anakku sayang yang masih terlampau muda.

Aku pasrah dan hanya mampu berdoa saja. Penat rasanya dan sesak hati ini mendengar diagnosa dan persentase harapan bagi si kecil. Mungkin ini adalah hukuman atas segala salah yg kuperbuat, atau entah jalan hidup unik lain yg harus aku hadapi lagi. Entahlah.

Di titik ini hati dan pikiranku tak lagi merasakan apa-apa. Beku dan seolah tak mampu menahan luka menganga. Tangis dan air mata tak lagi bisa kutumpahkan. Sudah kuhabiskan tadi kala di UGD. Doaku lbh mirip sebuah mimpi belaka.

Tapi tolong doakan anakku, tolong jagakan harapannya, tolong kuatkan aku. Dan tolong serukan pada Hyang Paramakawi untuk meluluskan doaku segera dalam sebuah mujizat dan keajaiban Ilahi.

Nyoman Galuh, maafkan ayahmu ini. Terlampau berat mungkin salahku yg dikarmakan kepadamu. Maafkan juga ayahmu ini atas ketidakmampuan menjagamu, maafkan ayahmu ini atas kemiskinan yg tengah menderaku. Maafkan aku dan ibumu nak.

Hasrat Diri Ini

Dikala ada keinginan untuk mendapatkan, memiliki, menguasai dan atau merasakan sesuatu, terkadang kita harus melakukan perjuangan terlebih dahulu. Kadang kita dihadapkan pada kondisi yang serba sulit, saling bertentangan dengan apa yang hasrat diri inginkan. Berbagai perjuangan mengiringi keinginan untuk memiliki.

Ada kalanya kita tidak bisa serta merta menjalankan apa yang menjadi keinginan di diri ini. Harus mengalahkan apa yg menjadi keinginan terlebih dahulu, atau lebih perih jika diungkapkan “harus mengalah” terlebih dahulu.

Disini baru kusadari betapa kata bijak “mengalah untuk menang” itu benar adanya. Dulu aku tak pernah peduli dengan statement ini. Dulu aku hanya mengiyakan bahwa kalo mengalah ya kalah. Namun hari ini aku baru merasakan, bahwa mengalah terkadang masih menyisakan hasrat lain untuk tetap bisa menang. Semoga saja kekalahan yang kita semua sedang alami akan memberikan kemenangan di masa yang akan datang nantinya.

Renovasi Banggar 20 Milyar

Denger berita ini kok ya rasanya penulis pengen ketawa terbahak-bahak ya? Jika angka 20 Milyar ini digunakan untuk membangun sebuah kompleks Villa di Bali, mungkin penulis ngga heran berhubung harga tanah yang tinggi dan tingkat ekslusifitas yang dibutuhkan untuk sebuah hunian villa di Bali. Yang aneh adalah, seorang teman punya villa di lingkungan kerobokan dan hanya menghabiskan 3 Milyar rupiah untuk membangun hunian super mewah lengkap dengan isinya yang tergolong Hi-Tech dan ekslusive.

Yang menjadi aneh kala ruang rapat yang hanya DIRENOVASI dengan ukuran yang seukuran ruang rapat di hotel di Bali, rupanya bisa menghabiskan dana anggaran hingga 20 milyar jumlahnya. Busyet dah. kalo saja ini dipakai bangun villa di bali saja bisa dapat lebih dari sepuluh villa yang maha luar biasa. Anehnya lagi statement Sekjen Banggar yang mengatasnamakan “Kebutuhan Teknologi Masa Kini” yang lebih menjadi aneh lagi. Teknologi yang seperti apa sih yang menyebabkan nilainya sedemikian fantastis. Read more…

Mau Kedamaian ?

Kedamaian adalah sebuah mimpi dari hampir semua manusia. Kedamaian bermakna sangat luas yang memiliki pemahaman kompleks, dalam sebuah rasa yang dibentuk dari beberapa kondisi seperti bahagia, tenang, nyaman, aman, tanpa problema, mapan dan seterusnya. Namun, sebaiknya cukup dijadikan sebuah angan-angan saja katA tersebut. Jangan terlalu ngotot untuk mengejarnya di kehidupan nyata ini, karena toh realitanya setiap manusia pasti mengalami permasalahan dalam hari2nya. Ingat bahwa kehidupan kita ini selalu merupakan pilihan. Read more…

Isu Bombing Bali

Om Swastiastu,

Hari ini Sabtu 14 Januari 2011, diawali dengan berbagai posting yang kubaca di BBm dan berbagai status kawan-kawan di media sosial yang menyatakan, menginformasikan dan beberapa bahkan memastikan adanya ancaman bom yang sedang berlangsung di Bali. Di depan Hartono Mercy Kuta, atau depan kantor Pia Legong.

Sedikit terperanjat dengan beredarnya berita ini. Namun ada sedikit hal yang aneh dalam diri ini. Beberapa kawan juga menginformasikan pengalihan lalulintas yang dialihkan pada bypass ngurahrai ke arah Tuban. Bathinku, oh ini adalah standar operasi pengamanan jika ada ancaman bom.

Beberapa saat kemudian aku kembali membaca bahwa “…. Satu bom sudah diledakkan oleh Gegana” pada salah satu status social media seorang kawan. Akhirnya kucoba juga tanya sini dan sana memastikan. Rupanya aku dpt konfirmasi bahwa dus yg diledakkan oleh Gegana berisikan DVD belaka. Humpf…. Bathinku bersyukur. Read more…

Segila Bob Sadino

Setelah seharian kemarin berbagai hal telah terjadi padaku. Berbagai hal yang begitu menyita pikiran dan memeras tenaga baik fisik maupun secara mental, akhirnya aku terhenyak sejak petang tadi dalam realita bahwa, aku tidak bisa melewatinya. Aku tidak bisa lagi memaksanakan keinginanku dan telah mencapai tapal batas bahwa aku tidak lagi bisa bertahan, tidak dapat lagi berbuat, tidak bisa lagi menukarkan apa yang kupunya untuk bisa melewatinya. Sebuah titik magis yang akhirnya kuhadapi, bahwa aku membutuhkan sebuah KEAJAIBAN.

Maka pikiran logisku dalam keadaan ini adalah aku segera berdoa memohonkan kepada Hyang Paramakawi. Ditambah dengan berbagai emosi jiwa yang kumiliki, kelelahan yang teramat sangat pada otak kananku, bahkan berpengaruh pada suasana hatiku sendiri. Ada hentakan kata menyerah yang telah terlintas dengan sangat jelas bahkan di depan mataku sendiri. Read more…

Kangen Rindu Setengah

Sejenak ada keinginan dan hasrat akan kerinduan ini timbul pada hari ini. Tidak hanya beberapa saat namun kurasakan cukup lama. Poem ini dibuat tanggal 07 Nopember 2011 pukul 16.00. Untuk yang kurindukan. Tualen – Dalung, 07 Nopember 2011.

Setengah hariku,
Kini kupakai tuk mengingatmu,
Bayangkan kecum cium manjamu,
Ingatkan hatiku akan cintaku,
Renungkan jalanku nanti di depan.
Read more…

Cemburu

Cemburu. ini adalah sifat manusia yang paling banyak menyebabkan prahara dalam kehidupannya. Tidak hanya yang berhubungan dengan cinta sebagai major causesnya, namun dalam berbagai segi kehidupan manusia sehari-hari. Cemburu dalam artian keinginan atas sesuatu dan atau rasa ketidakmampuan untuk merasakan atau memiliki atas apa yang orang lain miliki atau sedang alami.

Jika diperhatikan, kecemburuan akan selalu diawali dengan pemikiran negarif dari sesuatu yang terkadang justru tak pasti atau tak sungguh-sungguh diketahuinya. Kecenderungan cemburu diawali dengan prakira dan prediksi belaka. Kecemburuan yang timbul berdasar pada prediksi tentunya akan sangat menyiksa yang merasakannya, hal ini dikarenakan kebanyakan tidak terbukti secara nyata atau sulit untuk dibuktikan. Karena kecenderungannya hanya merupakan hasil imajinasi si pencemburu nya belaka. Read more…

Wish You Were Here

Rindu pada sang kekasih terkadang terasa indah, namun terkadang lainnya justru menyisakan duka yang mendalam. Segala ketidak mampuan akan muncul dan mendera dengan segala penyesalannya akan ketidakmampuan dan kekurangan yang kita miliki. Berjuta ketakutan pun tak kalah beratnya menjadi beban pikiran dalam rasa rindu ini. (Tualen – Cangguu, 26 Nopember 2011)

Jika saja kau ada disini,
Jika saja saat ini kita bersama,
Jika saja tak berjarak kita berada,
Maka kan kugenggam jemarimu.
Read more…

Go back to top